Sabtu, 11 Oktober 2014

Something Small Behind The Light

      Apakah kalian merasa di sekeliling kalian banyak orang-orang yang luar biasa namun belum atau tidak diketahui banyak orang ? Kalian mungkin jg begitu, namun apa dayanya kita karena kita menjadi orang yang kurang mampu dalam hal bakat tapi meski kita masih jauh di belakang namun kita bisa menjadi lebih baik daripada yang jauh di depan dengan usaha dan kerja keras dalam meraih tujuan kita masing-masing. Seperti yang dialami oleh Marwah, salah satu siswa yang memiliki bakat namun belum diketahui banyak orang dan hanya teman dekatnya yang tahu. Dan Marwah selalu iri melihat teman-temannya meraih prestasi, tapi dia tetap senang temannya meraih prestasi. 
      Marwah sebenarnya dapat meraih prestasi, namun entah mengapa Marwah enggan mengeluarkan suara merdunya dan kemampuan bermain pianonya yang luar biasa meski Marwah tak memiliki piano, namun ketika pertama kali melihat piano dan memainkannya di rumah temannya, dia menggelitik tuts piano dengan sangat indah hingga penghuni rumah temannya dibuat kagum olehnya. Akan tetapi, Marwah memendam semua itu dan hanya Melisa, teman terdekatnya yang tahu akan hal itu. 
      Sebenarnya Marwah juga ingin dirinya ikut dalam lomba ajang penyanyi remaja, akan tetapi dia malu dan takut dibilang sombong dan sok. Marwah tak ingin jika dirinya sukses nanti dia menjadi sombong dan juga Marwah ingin gurunya juga mengerti dirinya juga sama seperti anak-anak yang memiliki bakat juga, dan juga Marwah selalu merenungkan nasibnya kaera ingin sekali dia ikut lomba ajang remaja itu. Ketika Marwah, Gea, Anita dan Gita bermain dengan Nessy, teman Gea, ternyata Gea sama seperti Marwah. 
      Gea juga memiliki bakat menggambar karikatur yang sangat lucu, namun hal ini juga belum diketahui banyak orang. Lalu, Marwah bermain dengan Aji, teman Anita yang baru dikenalnya Aji juga memiliki bakat yang sama seperti Marwah yaitu bernyanyi dan bermain gitar. 
      Aji sering curhat dengan Marwah karena Marwah seperti dirinya. Marwah pun mengerti seperti apa rasanya menjadi Aji, Aji ternyata tidak ikut lomba ajang remaja karena selain seperti alasan Marwah dia pun dilarang oleh orang tuanya. Marwah pun sadar kalau masih banyak orang-orang di luar sana yang memiliki bakat namun tak diketahui banyak orang. Jadi, Marwah mulai berdo'a bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi untuk orang-orang yang tak terlihat oleh orang-orang yang sudah di depan. Dan Marwah juga berharap lewat lagu yang dinyanyikannya suatu saat nanti dapat membantu orang-orang yang tersembunyi agar dapat menjadi yang terdepan .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar